Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk




Tuhan, Maaf kami sedang sibuk

Terlalu sering sepertinya kita berlarut dalam rutinitas dalam kehidupan dunia yang pelik, ada yang sibuk dengan dunia kerjanya, ada yang sibuk dengan dunia kuliah dan tugas kuliahnya, dan ada pula yang sibuk dalam dunia lamunannya, yang tak kunjung berakhir, tak kunjung selesai. Tuhan, maaf, kami sedang sibuk!.
Kalian tahu? bahwa sesungguhnya manusia memang diciptakan untuk sibuk karena dalam firman-Nya "Jika kamu selesai dengan urusan yang satu beralihlah ke urusan yang lain (Al-Insyirah (94) : 7)".
Namun, inilah yang salah, keberlarutan terhadap rutinitas yang tak kunjung usai dan begitu-begitu saja. sangat monoton!. Kemudian ketika berlarut dalam itu semua seringkali menjadi lupa diri, dimulai dari lupa untuk makan, minum, jajan, istirahat bahkan lebih ekstrimnya lupa akan Tuhan!. ini yang sangat fatal, demi itu semua Tuhan pun dikorbankan. apakah pantas demikian? bahkan sering kali kita berdalih "Tuhan, Maaf, Kami sedang sibuk" sibuk dengan duniawi kami tuhan! sangat sibuk!.

Di atas adalah sebuah catatan yang kembali terbuka sebagai pengingat diri. Kini, bulan Ramadhan kembali hadir. Lantas apa yang membuat kita berbeda dengan tahun sebelumnya?. Masihkah berdalih dengan kata "Tuhan, Maaf, kami sibuk".

Stop Katakan Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk Berlombalah Dalam Kebaikan

Tahun ini, di bulan yang suci, bulan penuh ampunan, bulan dengan penuh pahala yang dilipat gandakan. Apakah mau melewatinya begit saja?. Semoga tidak. Ramadhan kali ini harus selalu lebih baik lagi dari yang sebelumnya.
Di bulan ini katakan stop untuk berlomba pada kehidupan duniawi dan berlatihlah untuk berlomba mengejar kehidupan ukhrawi. Sejatinya berlomba dalam kebaikan meski dunia dalam kondisi pelik masih bisa dilakukan. Hanya saja diri yang merasa tidak mampu untuk melakukannya. Padahal ada pepatah mengatakan "Jika kamu tidak bisa berlomba dengan orang yang saleh, maka berlombalah dengan para pendosa untuk menjadikan diri lebih baik lagi".

Lakukan yang Bisa Dilakukan

Seringkali kita membayangkan bahwa ibadah yang terbaik adalah bisa melakukan solat malam hingga azan Subuh berkumandang, kemudian dilanjutkan dengan solat Duha lalu solat sunah Rawatib sedangkan aktivitas yang dimiliki sangatlah padat sehingga membuat diri acuh dan merasa ibadah itu sangat berat.
Padahal ibadah itu sangat ringan. Dalam solat wajib misalnya, adanya keringanan jika diri tidak mampu melakukannya dalam keadaan berdiri, boleh dilakukan dalam keadaan duduk. Dalam hal yang wajib saja ada keringanan, apalagi terhadap amal saleh yang lain?.
Ada satu perkara yang sangat mudah diucapkan oleh lisan tetapi sangat berat timbangannya di akhirat sana. Perkara tersebut adalah mengucapkan kalimat "Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil'adzim".
Coba jika kita praktikkan mengucapkan kalimat tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama cukup 5 detik bisa melakukan amal soleh yang luar biasa.
Lakukan apa yang bisa dilakukan. Jangan selalu beranggapan bahwa untuk beribadah itu berat, beramal itu berat, tidak memiliki waktu, tetapi dengan entengnya berdalih "Tuhan, maaf, kami sedang sibuk! (urusan dunia)".
Semoga di Ramdahan kali ini, kita senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Mulai mengencangkan sabuk untuk mengumpulkan bekal akhirat. Aamiin. Mumpung Ramadhan, silakan perkaya informasi lainnya dengan banyak membaca. Artikel yang lain bisa dilihat di sini, ya. 





0 komentar