Featured Post

Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk

Terlalu sering sepertinya kita berlarut dalam rutinitas dalam kehidupan dunia yang pelik, ada yang sibuk dengan dunia kerjanya, ada yang sibuk denga…

Mengasuh Anak di Zaman Now, Sulitkah?

1 comment

Teruntuk para orang tua, di era perkembangan zaman yang serba teknologi tentu memiliki tantangan tersendiri terkait mengasuh anak di zaman now. Pertanyaannya adalah apakah sulit untuk dilakukan, atau justru sebaliknya.
Mengasuh anak di zaman now



Sejatinya dalam pola asuh anak ada sebuah perkataan yang diucapkan oleh salah seorang sahabat Rasulullah sallallhu ‘alaihiwasalam yang berbunyi “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu (Ali bin Abi Thalib)”.

Terkadang, orang tua selalu membandingkan pola asuhnya terdahulu dan ingin menerapkannya kepada anak-anaknya saat ini. Padahal, pola asuhnya yang dahulu itu sudah basi. Artinya bisa jadi sudah tidak berlaku atau kadaluarsa. Lantas bagaimana sebaiknya pola asuh yang tepat untuk zaman sekarang?

Cara Mendidik dan Mengasuh Anak Zaman Now

Cara ini bukanlah cara yang ampuh dan berhasil untuk diterapkan. Tapi sebuah cara yang saya siapkan kelak jika sudah memilki buah hati.

1. Didik Sesuai Agama

Sejatinya Ketika ingin menerapkan pola asuh, lakukanlah sejak anak masih berada dalam kandungan. Karena menurt penelitian, bayi dalam kandungan usia 4 bulan sudah bisa menerima rangsangan dari luar. Oleh karenanya dokter pun menyarankan untuk sering melakukan interaksi juga memberikan stimulus.

Pendidikan agama ini terus berkelanjutan sejak dalam kandungan hingga tumbuh berkembang menjadi manusia sempurna yakni sudah bisa dikatakan dewasa. Karena sudah terarahkan sedini mungkin, tentu akan lebih mudah mengarahkan kembali jika anak berada di posisi hilang arah.

Pendidikan agama ini sangat penting dan paling utama. Sebagai bekal dan cikal bakal seorang anak yang saleh dan saleha. Bila perlu stimulus anak yang masih di dalam kandungan dengan seringnya diperdengarkan ayat Al-qur’an atau kalimat yang positif.

2. Dampingi Tumbuh Kembangnya

Setelah diberikan bekal yang sejatinya tidak ada kata cukup karena hidup adalah proses belajar sepanjang masa. Orang tua sangat perlu mendampingi tumbuh kembang anak. Karena saat ini, kebanyakan orang tua pun lalai terhadap tumbuh kembang anaknya.

Tidak sedikit orang tua yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, sehingga urusan anak dialihkan ke tangan orang lain. Bukan berada pada dekapan dan bimbingan orang tua kandungnya. 

Jika tidak dialihkan ke tangan lain, dilemparkan pola asuhnya kepada gawai dengan dalih “yang penting anak tenang”. Padahal, bahaya gawai sangat mengerikan bagi anak-anak. Apalagi pada usia balita.

Tidak heran jika fenomena saat ini banyak anak usia dini sudah pandai bermain gawai bahkan bisa membuka chanel youtube dengan sendirinya. Mirisnya, orang tua justru bangga dengan perkembangan anaknya yang demikian. Padahal seharusnya adalah sebaliknya. Melihat ini, saya berjanji pada diri bahwa saya tidak ingin demikian.

Dampingilah anak sesuai dengan uisa tumbuh kembangnya. Jangan pernah sekali pun menyerahkan sepenuhnya pola asuh anak kepada tangan orang lain.

Bukankah Ketika melihat tumbuh kembang sang buah hati melewati berbagai fase adalah hal yang begitu menggembirakan? Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini begitu saja. Karena masa tumbuh kembang anak tidak akan pernah terulang. Hanya terjadi sekali dan waktunya tidak lama.

Secara garis besar, dua poin di atas adalah cara mendidik dan juga mengasuh anak zaman now. Secara rincinya, bisa dibuat lebih fleksibel, tergantung dari para orang tua yang mengharapkan anaknya seperti apa. Karena anak yang terlahir itu adalah lembaran kertas kosong. Orang tuanyalah yang akan mengukir kertas tersebut.

Yakinlah, baik buruknya seorang anak tergantung dari kedua orang tuanya. Jangan pernah mengkambing hitamkan anak atas dasar kesalahan yang sebenarnya dibuat oleh orang tua saat mendidik dan mengasuhnya.

Sulit atau tidaknya mengasuh anak di zaman now tergantung dari pandangan orang tua masing-masing. jika berpikir sulit, pasti sulit, pun sebaliknya. 
Fie_07
Hai, namaku cukup singkat. Hanya satu kata Maftuha. Seorang perempuan yang kini menjadi istri dari laki-laki bernama Muhidin Sidiq. Aku suka membaca buku tentang motivasi. Nama blogku ini sudah aku jadikan judul buku "This is My Way". Emailku ada di fiiee07@gmail.com. Fighting :)

Related Posts

1 comment

  1. Mengasuh anak di setiap zaman pasti memiliki kesulitan masing-masing. Tidak bisa kita mengatakan bahwa mengasuh anak di masa sekarang lebih sulit dari zaman dulu karena kita tidak pernah mengalaminya.

    Orangtua pasti berhadapan dengan perkembangan zaman dan juga jiwa si anak.

    Butuh kehati-hatian, kesabaran, dan juga kemauan belajar dari orangtuanya untuk bisa memahami anaknya. Masing-masing akan memiliki karakter dan tidak bisa ada satu patokan atau standar pasti yang berlaku untuk semua anak.

    Karena pada dasarnya anak itu adalah manusia dan setiap manusia itu berbeda. Tidak sama

    ReplyDelete

Post a comment

Follow by Email