Featured Post

Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk

Terlalu sering sepertinya kita berlarut dalam rutinitas dalam kehidupan dunia yang pelik, ada yang sibuk dengan dunia kerjanya, ada yang sibuk denga…

Harapan untuk Indonesia, Negeri Tercinta

Post a comment
Langsung saja, apakah Anda memiliki harapan terhadap apa pun dalam hidup?, apakah ada secercah harapan untuk Indonesia, negeri tercinta dalam daftar harapan yang Anda miliki? Jika iya, kita sama.
Harapan untuk Indonesia


Saya pun memiliki harapan terhadap tanah kelahiran tercinta Indonesia raya merdeka. Tetapi, apakah benar rakyat Indonesia ini sudah merdeka seutuhnya? Namun sayangnya menurut kacamata saya Indonesia belum merdeka seutuhnya.

Memang, tidak ada penjajahan secara fisik yang berkeliaran saat ini, tetapi penjajahan mental, pikiran, karakter, mungkin saja masih ada dan mungkin itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Bisa saja terjadi juga di negara lain.

Teringat sebuah judul film “Tanah surga katanya” yang menggambarkan kehidupan di daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Memang, hidup di daerah perbatasan tidak mudah. Seperti yang pernah saya dengar beritanya. Mereka hampir tidak tersentuh, bahkan banyak yang lebih memilih untuk pindah warga negara.

Ternyata, kejadian warga negara Indonesia yang ingin pindah negara tidak hanya mereka yang tinggal di perbatasan. Mereka yang hidup nyaman serta berkecukupan pun lebih memilih hengkang dari Indonesia. Pernyataan ini saya dapat dari salah seorang teman kuliah saya dahulu.

Dia sosok yang hidupnya tidak pernah kekurangan, ibunya adalah dosen, tetapi dia dengan lantang berkata saat saya berada di antara mereka, “Bu, kita pindah warga negara aja, yuk.” Ibunya pun menimpali “ke mana?”.

Saya membiarkan percakapan mereka yang akhirnya bisa saya simpulkan, alasan mereka ingin hengkang hanya karena tidak tahan melihat hukum yang ada di Indonesia yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Intinya mereka berbicara tentang hukum dan perpolitikan yang ada di negeri tercinta ini.

Miris, bukan? Bagaimana jika yang berpikir demikian bukan hanya dia dan ibunya. Tapi mereka yang juga hidupnya berkecukupan pun berpikiran yang sama. Konon, warga negara Indonesia yang berprestasi banyak yang tidak dihargai dan mereka lebih memilih untuk berkarir di negeri orang. Benarkah demikian?

Saya pun memiliki sejuta banyak tanya kepada negeri tercinta ini. Terlepas dari permasalahan geografis juga politik. Dalam lingkungan kehidupan sosial pun banyak sekali pertentangan dan perselisihan. Misalnya saja perbedaan paham antar umat beragama yang pada akhirnya membentuk kelompok-kelompok kecil atau golongan-golongan baru.

Belum lagi saat Indonesia ikut diguncang dengan adanya virus bernama covid yang akhir-akhir ini ditemukan berbagai varian baru. Hingga lelucon pun bermunculan. Ini covid apa minuman rasa-rasa? Kenapa terus bermunculan varian baru?. Masyarakat pun menilai pemerintah lambat dalam penanganan.

Ahhh,,, rasanya ingin berteriak dan menghela nafas panjang melihat dan mendengar atas semua fenomena yang terjadi di Indonesia tercinta ini. Meskipun demikian, saya masih menggengam secercah harapan untuk Indonesia tercinta ini. Diantara harapan itu adalah :




  • Semoga Indonesia memang benar menjadi tanah surga yang sesungguhnya suatu hari nanti.
  • Semoga hukum di Indonesia bisa segera tepat sasaran dan adil seadil-adilnya.
  • Semoga dunia perpoltikan yang saya pun tidak begitu paham tentangnya, memiliki satu tujuan yang sama untuk menjadikan Indonesia semakin maju dan benar-benar merdeka.
  • Semoga warga negara yang sudah hidup dengan kecukupan di negeri ini memiliki pemikiran yang lebih luas dan memiliki niat untuk ikut andil dalam pembangunan bangsa. Bukan lari dan hidup enak sendiri. Bukankah masih banyak rakyat kecil di Indonesia yang harus dirangkul?.
  • Semoga orang yang berprestasi selalu dihargai dan menjadi abdi bagi negara ini.
  • Terakhir, semoga pandemi yang sudah berulang tahun ini segera usai dan enyah dari kehidupan

Bangkitlah negeriku, jayalah bangsaku, Indonesi merdeka tanpa tapi.

Fie_07
Hai, namaku cukup singkat. Hanya satu kata Maftuha. Seorang perempuan yang kini menjadi istri dari laki-laki bernama Muhidin Sidiq. Aku suka membaca buku tentang motivasi. Nama blogku ini sudah aku jadikan judul buku "This is My Way". Emailku ada di fiiee07@gmail.com. Fighting :)

Related Posts

Post a comment

Follow by Email