Paper Mint (Pendidikan Aset Masa Depan)

6 comments

"Kalian ingin jadi apa?", sebuah pertanyaan yang biasanya cocok diarahkan kepada mereka yang sedang berada dalam pertumbuhan. Usianya bisa saja sampai pada jenjang SMA. Di mana masa remaja adalah masa yang dianggap sudah matang untuk menentukan sebuah pilihan. Dalam buku Paper Mint (Pendidikan Aset Masa Depan) misalnya, kisah para remaja dalam menggapai impian. 

Masa remaja adalah masa yang paling dirindukan, bukan? masa yang di dalamnya sudah diisi dengan berbagai macam rasa. Sedih, senang, gembira, tertawa, merana, pokoknya nano-nano. Adapula yang berpendapat bahwa masa remaja adalah masa uji coba bagi setiap orang. Konon, rasa penasaran yang dimiliki para remaja sedang berada dipuncak dan serba ingin tahu hingga tidak pernah ragu untuk mencobanya. 

Seperti judul dalam buku Paper Mint bahwa pendidikan adalah aset masa depan. jadi masa remaja memang dianggap sebagai masa keemasan sehingga remaja yang berpendidikan adalah sebuah aset masa depan. Remaja haruslah ada yang mengarahkan supaya berada di jalur yang tepat. 

Kali ini mari berkenalan dengan lima remaja yang sedang berjuang menentukan nasib masa depannya dengan cara lulus terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di Universitas ternama di Indonesia. Perhatikan jawaban mereka ketika mendapat sebuah pertanyaan "Kalian ingin jadi apa?"

-Nanda-

"Semua orang ingin akumenjadi dokter. Padahal aku ingin menjadi ahli botani. Hidup sebagai murid genius memang tidak pernah mudah" 

-Wira-

"Aku emang nggak pinter. Oke, aku bodoh. Tapi aku ingin jadi teknisi nuklir masa depan. Biarbisa ngebom orang-orang yang meremehkanku!"

-Dika-

"Lu nggak perlu tau gue maujadi apa. Gue cuman mau buktiin ke Bokap gue kalo gue juga bisa. Bisa jadi pemuda harapan bangsa!."

-Maya-

"Saya tetap ingin menjadi Psikolog. Meskipun terlahir dari keluarga miskin. Mohon doanya, ya."

-Juna-

"Aku hanya ingin mebahagiakan Ibu. Dan Bapak yang sudah ada di surga. Sudah itu saja."

Jawaban dari berbagai macam karakter remaja pada umumnya sudah terwakilkan bukan oleh lima orang tersebut di atas. Anda tipe remaja yang mirip dengan siapa? Apakah nanda, Wira, Dika, maya, atau Juna.

Jika ingin mengetahui kisahmereka berlima kalian bisa baca buku karya dari R.G. Widagdo dengan judulnya paper Mint (Pendidikan Aset masa Depan). Temukan karakter dari kelima remaja tadi. Sebuah novel yang sangat ringan dibaca sekaligus mengandung sedikit rasa humor yang tergurat oleh salah satu dari tingkah kelima remaja. 



Identitas Buku

Judul : Paper Mint Pendidikan Aset masa Depan

Penulis : R.G. Widagdo

penerbit : PT. Grasindo

Cetakan ke-1, Jakarta 2017

ISBN : 978-602-375-803-6

Jumlah halaman : 202 halaman.


Fie_07
Hai, namaku cukup singkat. Hanya satu kata Maftuha. Seorang perempuan yang kini menjadi istri dari laki-laki bernama Muhidin Sidiq. Aku suka membaca buku tentang motivasi. Nama blogku ini sudah aku jadikan judul buku "This is My Way". Emailku ada di fiiee07@gmail.com. Fighting :)

Related Posts

6 comments

  1. Menarik. Dunia remaja dari dulu memang sangat menarik untuk diangkat jadi cerita. Asal di arahkan dengan benar pasti masa remaja bisa jadi fondasi yang kuat di masa depan.

    ReplyDelete
  2. Tapi menarik. Remaja pan punya banyak kisah sebagai masa transisi mereka. Tidak bisa dibilang anak-anak apalagi orang dewasa jadinya serba labil dan nanggung, bahkan canggung.

    Saya juga menikmati masa remaja karena masa itu sangat penting. Kita tidak pernah tahu dewasa akan bagaimana bahkan banyak yang belum tahu mau jadi apa.

    Waduh, karakter saya mewakili siapa, ya? Pernah ingin. Jadi psikolog juga. Hi hi.

    Bukunya pasti menarik untuk jadi bacaan remaja.

    ReplyDelete
  3. Bener banget. Masa remaja apalagi SMA itu paling mempertanyakan diri sendiri kepengen jadi apa. Ada temen saya, yang saking pintarnya ketika masuk jurusan IPS, malah dimarahi kepala sekolah disuruh masuk jurusan IPA. Padahal cita-citanya jadi akuntan, ngapain masuk IPA. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Galau ya Kak. Aku pun dulu pernah merasakan hal yang sama 😅

      Delete

Post a comment

Follow by Email